PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

MEDI JADI DAN RANCANGAN

Apapun bentuk media yang dipakai oleh guru mempunyai tujuan yang sama .....

Rabu, 11 Januari 2012

MEDIA PENGAJARAN ABSTRAK


MEDIA PENGAJARAN ABSTRAK

Media pengajaran absrtak adalah media yang lebih menonjolkan /menekankan pada nilai-nilai moral, estitika. Media abstrak tidak berwujud benda yang tampak, akan tetapi peranannya dalam pembelajaran sangat penting , tak kalah pentingnya dengan media pengajaran kongkrit. Mengingat semua media pengajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai hasil belajar yang optimal, fleksibel, pengalaman yang kuat bagi peserta didik , dan bermakna. Media pengajaran ini penting karena pada dasarnya manusia terdiri dari unsur jasad dan raohani. Jasmani identik dengan kebutuhan media kongkrit, sedangkan rohani identik  dengan media abstrak.

Satu hal yang perlu diketahui oleh pengajar, bahwa siswa adalah manusia yang mempunyai unsur jasmani dan rohani. Unsur rohani merupakan kondisi psikologis yang membutuhkan bantuan dalam memperoleh sesuatu pengetahuan. Bentuk bantuannya tidak berupa benda yang berwujud, akan tetapi dengan cara siswa itu diarahkan, dibimbing, dan diberi keteladanan melalui media pengajaran pembiasaan, pujian, hukuman larangan, dan perintah.

Adapun untuk mengimplementasikan media pengajaran abstrak secara makro dapat ditempuh dengan langkah sebagi berikut :

1.       Pengarahan
Pengarahan berarti memberi nasehat pada siswa yang berprilaku tidak baik agar menjadi baik. Secara umum manusia manusia dalam interaksi sosial tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Tidak ada manusia yang sempurna. Oleh kerena itu, guru berkewajiban untuk mengingatkan siswa didiknya apabila berprilaku yang melanggar aturan

2.       Bimbingan
Bimbingan yang dimaksud adlah guru mampu menggambarkan kondisi psikologis siswa sebagai manusia untuk memperoleh pengatahuan yang dapat dilihat, diselidiki, dan diukur sehingga samapai pada suatu kesimpulan yang dapat mengkhususkan kepribadiannya untuk termotifasi berprilaku logis dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

3.       Keteladanan
Siswa hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembanga. Pertumbuhan terkait dengan hal-hal yang dapat dilihat secara nyata ( kongkrit ) misalnya ; kecil tumbuh menjadi besar seiring dengan waktu. Sedangkan perkembangan terkait dengan hal-hal yang bersifat abstrk, semisal, kematangan berfikir, emosional, minat, bakat, dan semua potensi yang dimiliki siswa. Namun demikian pertumbuhan dan perkembangan tidak akan berfungsi maksimal apabila tidak mendapatkan pendidikan secara baik, sistematis, dan prosedural. Keberadaan  siswa pada hakekatnya mempunyai karakter, kepribadian, prilaku, dan interaksi social. Keberadaan tersebut tidak akan berkembang dengan sendirinya, melainkan membutuhkan keteladanan, pengajaran dari orang lin, yaitu guru.
Dari tiga langkah di atas menunjukkan siswa adalah manusia yang perlu dibantu kondisi psikologisnya untuk mencapai kecerdasan emosional, mental, dan spiritualnya.

MACAM-MACAM MEDIA PENGAJARAN ABSTRAK

1.      Pembiasaan
Secara umum, siswa ( anak kecil ) lazimnya kecenderungan mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan oleh guru mal yang tidak baik. Anak dibiasakan berbuat baik dalam segala hal, baik berfikir, bersikap, bertindak . jika anak dibiasakan berbuat baik, maka dengan mudah dan senang melakukan hal yang baik. Demikian sebaliknya, jika anak dibiasakan berbuat jelek, mereka akan mudah berbuat jelek pula. Jadi, kesimpulannya pembiasaan ini dapat dijadikan media pengajaran guru untuk mencapai hakekat pengajaran yang sebenarnya.

2.     Pujian
Apapun bentuk pengajaran, pujian menjadi sarana ( media ) pengajaran yang efektif dalam membangun motivasi siswa belajar. Pujian yang dimaksud adalah memberi penghargaan pada siswa yang berpresti, sperti ; dapat menjawab dengan benar, mengerjakan PR dengan baik, dan atau sebaliknya memberi pujian kepada anak yang berani mengungkapkan pendapat walaupun pendapanya salah. Hal yang perlu diperhatikan guru dalam memberikan pujian tidak boleh berlebihan, karena justru akan menjadikan anak didiknya menjadi keras kepala, bangga diri, dan akan menjadikan siswa yang lain menjadi sentiment. Pujian yang dianjurkan adalah pujian sekedarnya sehingga tidak menyinggung perasaan siswa lain.

3.      Hukuman
Guru hendaknya memberikan hukuman kepada siswa hukuman yang mendidik. Benar dan salah adalah hal yang wajar  ini merupakan hukum alam. Manusia diberi batas pemisah anatara berbuat baik dan buruk. Disinilah hukuman menjadi media pengajaran berupa mencegah perbuatan yang telah dilarangnya. Karena apabila siswa dibiarkan berbuat salah, tanpa hukuman, maka akan berpengaruh pada siswa lainnya sehingga berimplikasi pada kenakalan.
Sebagai contoh hukuman yang diterapkan pada siswa apabila mereka berbuat / melakukan hal seperti ;
a.       Melanggar tata tertib sekolah
b.      Membuat gadau dalam kelas saat pembelajaran
c.       Menyalahi dan menyakiti teman sendiri
d.      Sering tidak mengerjakan tugas rumah yang diberikan oleh guru
e.      Menunjukkan sikap pamer dan merasa terpandai, terkaya, pada guru dan teman-temannya

4.     Perintah
Dalam proses pembelajaran, perintah pada dasarnya dilakukan oleh orang yang lebih dewasa, yaitu guru. Perintah guru tidak hanya sekedar memerintah tanpa tujuan atau tidak sesuai dengan materi yang diajarkan, melainkan harus sinergi dengan tujuan dan materi ajar. Di sinilah perintah guru menjadi media yang dapat menumbuhkan motivasi siswa belajar. Seperti perintah mendengarkan penjelasan materi ajar, perintah dating tepat waktu, perintah tidak sering meninggalkan kelas saat pembelajaran, perintah menghormati teman, guru, dan orang tua, serta perintah mengerjakan Pekerjaan Rumah ( PR ) tepat waktu.

Dengan adanya perintah guru diharapkan siswa dengan senang hati menerimanya, tidak sebaliknya, terpaksa. Siswa yang mengikuti dan menjalankan perintah guru bersifat akademis tersebut pada dasarnya untuk kepentingan siswa itu sendiri yang berupa kepribadian  positif. Kepribadian merupakan serangkaian kegiatan yang dapat menghiasi panorama kehidupan yang serba elegan dan kondusif.

Bentuk media pengajaran abstrak berupa perintah mempunyai karaktristik bagi guru dan siswa. Karekterristik itu misalnya ;
a.       Bagi guru
       Konsistensi guru karena sudah berani memerintah siswa
       Kewaspadaan guru untuk tidak melanggar perintahnya sendiri
       Guru trampil memberi perintah ( tugas ) pada siswa sesuai dengan tingkat inteltualnya
       Menjadikan kewibaan guru pada siswanya
       Memotivasi belajar siswa. 
b.    Bagi siswa
       Sikap kejujuran siswa akan terbentuk
       Menjadikan siswa disiplin dan bertanggung jawab
       Siswa dapat menghargai orang lain
       Siswa menjadi aktif, kreatif, mandiri, dan dinamis
       Siswa dapat mebedakan antara buku teks dan pelajaran tambahan .

5.     Larangan
Guru melarang siswa tentu ada alasannya. Guru tidak boleh melarang siswa yang tidak didasarkan pada data rangking kesalahan. Dan guru dibenarkan melakukan melarang manakala siswa berbuat jelek, merugikan, orang lain, berbuat jahat/kasar sesame teman, membuat bahaya dirinya sendiri atau orang lain. Larangan yang dianjurkan , misalnya ; siswa dilarang keras kepala, siswa dilarang cengeng, siswa dilarang keras hati, sombong, angkuh, pesimis, pemalu, panakut, rendah diri, dan sebagainya.



       DIKUTIP  dari buku “ MENJADI GURU INISIATOR “ ; DRS. THOIFURI, M.Ag ; 2007



Tidak ada komentar: